Oleh: paulbolla | Juli 18, 2010

Sebuah telaah kontemporer atas prinsip citizen journalism

Oleh: Ali Imron Hamid *)

DEWASA ini, ada topik bahasan yang selalu menjadi actual. Soalnya ini menyangkut peran partisipasi warga negara dalam hal ini public untuk mengabarkan sesuatu kepada public itu sendiri. Hanya saja kehadiran mereka tidak selayaknya seperti seorang professional sejati.
Topic bahasan itu adalah citizen journalism. Atau yang lebih dikenal sebagai jurnalisme warga. Jurnalisme ini mulai bergerak seiring dengan percepatan teknologi yang progresif. Tanpa sadar mereka mengisi ranah ranah serat optic dan jejaring social. Salah satunya melalui blog dan facebook. Dan yang terakhir ini merupakan salah satu yang paling digandrungi. Jurnalisme warga memanfaatkan ini sebagai medianya sendiri.

Namun kehadiran mereka langsung bersinggungan dengan dunia pers professional.  Sebuah dunia yang dibekali standar kerja dan kode etik pers yang mengikatnya. Mereka pun juga bertanggungjawab dengan pemberitaan yang mereka kerjakan. Soalnya ini menyangkut hukum bila terjadi kesalahan dalam peliputan hingga menjaga keaslian berita.

Tentunya ini tidak dimiliki oleh jurnalisme warga. Mereka bekerja untuk dirinya sendiri, semaunya sendiri tanpa sebuah standar yang jelas. Apalagi kode etik pers. Makanya bila ada gugatan di kemudian hari para jurnalisme warga inilah yang akan mempertanggungjawabkan hasil karyanya itu tanpa sebuah pembelaan dari institusi. Disinilah repotnya.

Makanya, nyaris jurnalisme warga ini lebih bermain aman. Mereka tidak perlu mengejar berita yang sifatnya hardnews. Seperti berita berita skandal Bank Century atau berita korupsi lainnya. Atau bisa juga berita yang menyangkut masalah hukum. Ini sama sekali bukanlah menjadi minat jurnalisme warga, meski ada sebagian yang melakukannya. Soalnya sadar akan konsekuensi hukum di dalamnya.

Nah, jurnalisme warga ini lantas membidik berita berita soft news alias berita yang lebih ringan. Misalnya saja berita soal kuliner, profil, ragam, teknologi, kesehatan, peluang usaha, showbiz, hiburan, agenda dan event, serta acara lainnya. Ini akan kecil resiko hukumnya. Jadi bukan semata ajang curhat belaka.

Namun, mereka tetap mencoba mengabarkan berita dengan cara cara jurnalis yang dibenarkan dalam hal ini melakukan konfirmasi terhadap berita yang akan dimuat itu. Seperti melakukan riset kecil baik itu melalui dunia maya hingga melakukan wawancara kecil. Dari hasil itu mereka pun mengolahnya kembali lalu mempublishnya ke jejaring social tadi sebagai medianya.

Tentunya gaya bahasa dan pakemnya sangat bebas. Soalnya yang mempublishnya sendiri tidak terikat dengan standar editing yang terjadi di dunia pers professional. Makanya, jurnalisme warga ini sangat kaya akan makna dan style berbahasa yang ringan. Meski kadang agak membingungkan karena terkadang ada bertebaran istilah istilah yang hanya penulisnya sendiri yang tahu.

Meski demikian control terhadap jurnalisme warga juga harus diperlukan. Hanya saja cara yang mereka tempuh itu tidak sama dengan cara cara yang dianut oleh pers professional. Caranya adalah dengan menambahkan kolom komentar di akhir tulisan mereka.

Ini berguna untuk mengetahui seberapa luas segmen pembacanya. Dan yang terpenting tentu adalah respon pembaca atas tulisan yang mereka buat.  Dengan begitu akan menambah semangat militansinya terhadap prinsip jurnalisme warga.

Makanya jauh berbeda sekali dengan pers professional yang menganut prinsip hak jawab dan hak menyanggah. Ini bisa dilakukan manakala ada gugatan terhadap profesionalisme per situ sendiri. Inilah yang membedakannya meskipun dunia pers professional juga menyediakan kolom komentar untuk pers yang bekerja di dunia portal.

Jadi selamat datang di dunia jurnalisme warga. Siapapun bisa meramaikan dunia ini. Baik Anda, Saya, maupun Mereka. Tak ada lagi sekat informasi dan kebebasan karena informasi adalah dari public untuk disampaikan kembalin oleh pulik. Tentunya melalui public itu sendiri

*) Journalist ekonomi cum penulis


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.